Friday, November 11, 2011

Keuntungan dan Kerugian Membeli Perusahaan yang Sudah Ada


PDF Print E-mail





I. Keuntungan Membeli Perusahaan yang Sudah Ada

Akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbangkan oleh para wirausahawan yang mencari-cari untuk membeli perusahaan yang sudah ada. Mereka yang membeli perusahaan yang sudaha ada akan dapat meraup keuntungan yang berikut ini:

Perusahaan yang sudah sukses dapat terus sukses
Membeli perusahaan yang sedang berkembang dengan harga yang layak akan meningkatkan kemungkinan kesuksesan. Tujuan pemilik yang baruharuslah membuat berbagai perubahan yamg akan menarik pelanggan baru dengan tetap mempertahankan pelanggan lama perusahaan tersebut.

Perusahaan yang sudah ada mungkin sudah berada pada lokasi terbaik
Lokasi bisa jadi merupakan asset terbesar perusahaan yang sudah ada ini. Jika keunggulan lokasi ini tidak dapat digantikan dengan lokasi laim, seorang wirausahawan tidak mempunyai banyak pilihan selain membeli dan bukannya membangun sendiri.
Karyawan dan pemasok sudah ada
Perusahaan yang sudah ada telah memiliki karyawan yang berpengalaman, yang bisa membantu pemilik yang baru dalam melalui fase tarnsisi. Karyawan yang berpengalaman dapat membantu perusahaan terus menghasilkan uang sewaktu pemiliknya masih mempelajari perusahaan ini. Perusahaan yang telah ada mempunyai sejumlah pemasok yang sudah dikenal melalui jalinan hubungan baik sebelumnya.
Perlatan telah terpasang dan kapasitas produktif telah diketahui
Pada perusahaan yang sudah ada, calon pembeli dapat mengetahui kondisi pabrik dan peralatan serta kapasitasnya sebelum membelinya. Dalam banyak kasus, wieauisahawan dapat membeli fasislitas fisik dan peralatan pada harga dibawah harga pengganti.
Persediaan sudah tersedia dan fasilitas pembelian kredit sudah ada
Jika persediaan perusahaan terlalu sedikit, perusahan tidak mempunyai jumlah dan jenis produk yang memadai untuk memenuhi permintan pelanggan. Akan tetapi jika persediaan perusahaan terlalu banyak persediaan ini akan mengikat terlalu banyak modal, yang sangat berarti meningkatkan biaya dan mengurangi profitabilitasnya. Pemilik perusahaan yang sukses dan mapan telah berusaha menyeimbangkan dua sisi ekstrim ini.
Pemilik baru dapat langsung menjalankan perusahaannya
Pada hari pertama pemilik baru mengambil alih perusahaan itu, pada hari itu pula pendapatannnya dimulai. Dengan cara ini wirausahawan yang membeli perusahaan byang sudah sukses tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membangun perusahaan agar dapat menikmati kesuksesan.
Pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik sebelumnya
Pemilik baru dapat menelusuri hasil keputusan-keputusan besar yang diambil pemilik sebelumnya terhadap biaya dan pendapat, dan dapat belajar dari kesalahan yang pernah terjadi dan mengambil manfaat dari prestasi yang pernah dicapai. Bagaimanapun juga, pemilik yang menjual perusahaannya tetap ingin melihat bahwa pembelinya sukses menjalankan perusahaannya.
Pembiayaan yang lebih mudah
Menarik pembiayaaan untuk membeli perusahaan yang telah ada sering kali lebih mudah dibandingkan mencari uang untuk meluncurkan perusahaan dari nol.
Harga murah
Pemilik yang sekarang mungkin ingin sekali menjual secepatnya, sehingga mereka menjual perusahaan ini dengan harga murah.


II.  Kerugian Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Perusahaan “pecundang”. Kadang para pemilik perusahaan berusaha menyembunyiakn fakta denga berbagai teknik kreatif dalam akuntansi untuk membuat gambaran keuangan perusahaan ini tampak lebih cerah daripada yang sebenarnya. Jika analisis anda menunjukan bahwa perusahaan ini dikelola dengan buruk atau terabaikan, anda mungkin dapau membalikana keadannya. Meskipun demikian, jika anda tidak memiliki rencana yang rinci utnuk meningkatkan perusahaan yang sedang kesulitan, jangan pertimbangkan untuk membelinya.

Pemilik lama mungkin meciptakan citra buruk
Proses due diligence bisa mengungkapkan bahwa pelanggan, pemasok, kreditur, atau karyawan memiliki kesan negative mengenai reputasi peruysahaan karena tindakan-tindakan yang tidak etis daripemilik.
Karyawan yang diwariskan dari perusahaan mungkin tidak sesuai
Bila usaha-usaha due diligence memperlihatkan bahwa keryawan- karyawan yang ada merupakan penyebab penting terjadinya masalah perusahaan, pemilik baru tidak punya pilihan lain, kecuali mem-PHK mereka dan merekrut yang baru.
Lokasi perusahaan yang mungkin sudah tidak sesuai lagi
Lokasi yang dulu dianggap ideal mungkin tidak berlaku lagi dengan berubahnya kecenderungan pasar dan kependudukan. Calon pembeli harus selalu mengevaluasi pasar yang ada di daerah sekitar perusahaan yang telah ada, selain juga kemungkinan pengembangannya.

Peralatan dan fasilitas mungkin sudah using dan tidak efisien
Peralatan yang ada mungkin saja memang cocok dengan perusahaan yang dibeli, tetapi bukan untuk perusahaan yang untuk dibangun. Memperbaharui peralatan dan fasilitas biasanya mahal.
Perubahan dan inovasi sulit diterapkan
Melakukan perubahan yang membawa perusahaan baru dan meyakinkan para klien lama untuk kembali8 dapat menjadi proses yang mahal, memakan waktu dan melelahkan. Seorang pembeli perusahaan harus mengetahui usaha, waktu, dan biaya yang akan dibutuhkan untuk mengubah memontum negative suatu perusahaan yang sedang dalam kesulitan. Sebelum suatu perusahaan dapat maju, perusahaan tersebut harus berhenti melangkah mundur.
Persediaan mungkin sudah ketinggalan dan kadaluarsa
Pembeli yang cerdas lebih tahu daripada sekedar percaya pada penilaian persediaan yang ada dineraca perusahaan. Calon pembeli perusahaa harus menilai perusahaan dengan harga pasar bukan dengan buku.
Piutang usaha nilainya mungkin lebih rendah daripada yang tertulis
Ketika pembeli mempertimbangkan membeli perusahaan yang telah ada,penelitiannnya memperlihatkan bahwa piutang usaha dengan volume besar telah melampaui jatuh temponya.
Harga perusahaan mungkin terlalu mahal
Banyak orang yang membeli harga perusahaan lebih mahal dari harga sebenarnya, yang dapat merusak kemampuan perusahaan mendapatkan laba dan menghasilkan arus kas positif. Pertimbangan utama pembeli adalah memastikan bahwa pembelian ini tidak menyebabkan kesehatan keuangan perusahaan di masa depan terganggu dan kondisi arus kas tetap aman.


III.  Langkah-langkah dalam membeli perusahaan

Untuk menghindari kesalahan yang sangat mahal wirausahawan harus mengikuti langkah-langkah yang logis dan metodologis :

Analisis Keahlian, Kemampuan, dan Minat Anda Untuk Menentukan Jenis Perusahaan Yang Anda Pertimbangkan
Langkah pertama dalam memilih perusahaan adalah melaksanakan pemeriksaan terhadap diri sendiri untuk menentukan perusahaan yang ideal. Fokus utamanya adalah untuk mengidentifikasi jenis perusahaan yang akan membuat anda paling bahagia dan yang memiliki kemungkinan sukses tinggi.Semakin anda mengenal diri anda sendiri semakin besar kemungkinan anda mendapatkan dan mengelola perusahaan yang sukses.
Siapkan Daftar Calon Yang Potensial
Pasar tersembunyi (hiddenmarket) dari perusahaan yang mungkin akan dijual, tetapi tetapi tidak diiklankan merupakan sumber yang sangat baik untuk menemukan perusahaan-perusahaan bermutu tinggi. Saat ini ratusan broker perusahaan telah membuat situs-situs Web yang memberikan ribuan daftar perusahaan yang akan dijual dalam hampir setiap industri bsehingga memudahkan wirausahawan dalam mencari perusahaan yang sempurna diseluruh negeri dari kenyamanan rumah mereka sendiri. Semakin banyak peluang yang dapat dicari dan dievaluasi oleh para wirausahawan, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan yang sesuai dengan kriteria mereka.
Selidikilah Calon-Calon Tersebut dan Evaluasi Yang Terbaik
Pencarian biasanya menghabiskan waktu yang lama. Sampai kira- kira dua atau tiga tahun.
Telaah Pilihan-Pilihan Keuangan
Memberikan nilai pada perusahaan yang sudah ada merupakan hal yang sulit bagi calon wirausahawan. Tugas menantang berikutnya setelah terjadi kesepakatan adalah pembiayaan pembelian itu.

Pastikan Peralihan Yang Lancar
Sebaik apapun perencanaan, aka nada kejutan-kejuatan. Sebagai contoh pemilik baru mungkin memiliki gagasan untuk merubah petusahaan ini yang menyebabkan stress dan kecemasan diantara keryawan dan pemilik lama. Dengan adanya emosi dan ketidak pastian ini, masa peralihan selalu sulit dan membuat frustasi.

IV. Mengevaluasi perusahaan yang sudah ada (proses due diligence)

Due diligence adalah proses penyelidikan mengenai detail perusahaan yang dijual untuk menentukan berbagai kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan tersebut Pembeli yang cerdik akan menyusun tim ahli untuk membantunya menelaah peluang perusahaan yang potensial. Tim ini biasanya terdiri dari bangkin, akuntan yang terbiasa dengan perusahaan tertentu, konsultan hokum, dan mungkin konsultan perusahaan kecil atau broker. Pembeli yang mengabaikan due diligtence yang menyeluruh, pada dasarnya sedag mengunadang bahaya serius bagi dirinya sendiri. Berikut ini adalah petanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan :
Mengapa perusahaan ini dijual ?
Setiap calon pembeli perusahaan harus menyelidiki sesungguhnya mengapa alasan perusahaan ini dijual pemiliknya. Pembeli yang ceridik mengetahui bahwa kejutan paling besar dan paling tidak menyenangkan dapat muncul dari luar laporan keuangan perusahaan
dan mungkin tidak pernah tampak dalam lembar kerja yang dirancang untuk menganalisis posisi kewuangan perusahaan. Pemasok, pelanggan, atau bahkan pesaing mungkin akan mampu menjelaskan alasan penjualan perusahaan tersebut. Dengan menggabungkan berbagai informasi ini dengan hasil analisis keuangan, calon pembeli akan mampu mengembangkan gambaran yang lebiuh jelas mengenai nilai yang kebih jelas dari perusahaan.

Bagaimana kondisi fisiik perusahaan tersebut ?
Calon pembeli mungkin perlu menyewa seorang perofesional untuk memeriksa komponen nuntama bangunan. Faktor-faktor penting lainnya yang perlu diperiksa adalah piuatang usaha, perjanjian sewa beli, catatan perusahaan asset tak berwujud, lokasi dan penampilan.
Apa potensi barang dan jasa perusahaan ini ?
Analisi pasar yang menyeluruh akan membantu pembeli mengembangkan sendiri peramalan penjualan mengenai perusahaan tersebut.
Calon pembeli harus memeriksa :
- Komponen utama bangunan (pipa, listrik, pemanas, pendingin)
- Persediaan perusahaan
- Piutang usaha
- Perjanjian sewa beli
- Catatan perusahaan
- Aset tak berwujud
- Lokasi dan penampilan

Karakteristik dan komposisis pelanggan
Mendapatkan alasaan pelanggan membeli dari perusahaan tersebut dan mjembentuk profil keseluruhan pelanggan utama dapat membantu pembeli mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan dan menemukan cara untuk memasarkan secara lebih efektif
Analisis pesasaing
Calon pembeli harus mengidentifikasi pesaing langsung perusahaan

Aspek hukum apa yang harus anda pertimbangkan ?
· Gadai
klaim kreditor terhadap suatu aset
· Serah terima
melindungi pembeli dari klaim para kreditor atas aset perusahaan yang telah dibelinya
· Pengalihan kontrak
Ø Klausul jatuh tempo karena dijual
Ketentuan kontrak pinjaman yang melarang penjual mengalihkan ketentuan pinjaman tersebut kepada pembeli (pembeli wajib membayar sisa pinjaman & bunga hutang yang sedang berlaku)

· Perjanjian untuk tidak saling bersaing
perjanjian antar pembeli dan penjual dimana penjual setuju untuk tidak bersaing dengan pembeli dalam jangka waktu dan di daerah geografis tertentu
· Kewajiban hukum yang terus-menerus
Ø Tuntutan hukum tanggung jawab produk
Tuntutan hukum yang menyatakan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas segala kerusakan dan cidera yang disebabkan karen apemakaian produk dan jasa yang mereka buat atau jual

Kesehatan Perusahaan
Calon pembeli harus menganalisis cataatan-cataatan keuangan perusahaan yang akan dibeli untuk menentukan kondisinya. Pembeli harus memeriksa beberapa laporan keuangan :
· Laporan laba-rugi & neraca dalam 3-5 tahun terakhir
· Pengembalian PPh dalam 3-5 tahuan terakhir
Ø Penjualan dibawah tangan
Mengambil uang dari penjualan tanpa melaporkannya sebagai pendapatan
· Kompensasi Pemilik
· Arus Kas
V. Metode Untuk Menentukan Nilai Perusahaan

Bagian paling sukar dalam menentukan nilai perusahaan adalah banyak factor yang mempengaruhi nilainya: sifat perusahaan itu sendiri, posissinya di pasar atau industrei, gambaran pasar dan industri itu pada umumnya, status keuangan perusahaan. kapasitasnya untuk menghasilkan laba, segala asset tak berwujud yang mungkin dimilikinya, nilai perusahaan-perusahaan serupa dan berbagai factor lainnya. Metode untuk Menentukan Nilai Perusahaan :

Ø Teknik Neraca : Kekayaan bersih = asset – kewajiban
¡ Teknik Neraca merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menilai perusahaan
¡ Teknik Neraca yang disesuaikan adalah metode yang digunakan untuk menilai perusahaan berdasarkan harga pasar dari kekayaan bersih perusahaan

Ø Pendekatan Laba
¡ Metode Laba Lebih
metode yang menggabungkan nilai dari asset yang ada dan memperkirakan laba yang akan datang untuk menentukan harga jual
¡ Pendekatan Laba Terkapitalisasi
metode penilaian suatu perusahaan yang membagi perkiraan laba bersih dengan tingkat pengembalian yang bias didapatkan oleh pembeli pada investasi dengan tingkat resiko hampir sama
¡ Pendekatan Laba Masa Depan Terdiskonto
metode penilaian suatu perusahaan yang memperkirakan laba perusahaan selama bertahun tahun dimasa depan dan kemudian mendiskontokannya dengan nilai perusahaan sekarang

¡ Pendekatan Pasar
¡ Perlu Membandingkan Perusahaan Publik dengan yang dimiliki secara perseorangan
¡ Perkiraan Laba kurang mewakili
¡ Mendapatkan perusahaan sejenis sebagai pembanding
¡ Menerapkan pendapatan setelah pajak pada perusahaan perseorangan untuk menentukan nilai perusahaan

VI. Memahami jalan pikiran penjual

Menjuak perusahaan memerlukan waktu, ksesabaran dan persiapan untuk mencari pembeli yang coccok, menghasilkan kesepakatan, dan melaksanakan pengalihan.
Penjual harus selalu memikirkan konsekuensai pajak. Stretegi keluar dari perusahaan antara lain adalah:
· menjual langsung perusahaan
· menjual perusahaan dengan perjanjian bahwa pendiri akan tetap di perusahaan, membentuk kemitraan terbatas dalam keluarga
· menjual saham utama
· merestrukturisasi perusahaan
· menjual ke pembeli internasioanal
· menggunakan penjualan dia tahap
· membuat rencana kepemilikan saham karyawan

Menegosiasikan Kesepakatan Harga
Aturan yang pertama dalam suatu negosiasi adalah jangan mengacaukan antara harga dengan nilai. Dalam penjualan perusahaan, pihak yang merupakan negosiator yang lebih baik biasanya akan memenangkan perundingan.
Sebelum bernegosiasi pembeli harus mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi negosisasi dan kemudian mengembangkan strategi negosiasi. factor-faktor yang mempengaruhi negosiasi adalah :
Ø Proses Negosiasi
¨ Bersiap-siap
¨ Ingat perbedaan antara “posisi” dengan “kepentingan”
¨ Kembangkan pemikiran yang tepat
¨ Selalu mempersiapkan jalan penyelamatan diri
¨ Jaga emosi agar selalu stabil
¨ Kadang tetap diam adalah cara terbaik
Kesepakatan yang paling dalam suatu negosiasi dihasilkan dari hubungan kerjasama antara kedua belah pihak berdasarkan rasa saling percaya.

Source : http://ilerning.com

0 comments:

Post a Comment

 

(c)2009 Infinitely World. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger