Tuesday, May 5, 2015

AKUNTANSI INTERNASIONAL : PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN

Nama:
Wahyu Puji Astuti (27211336)
Widya Marzella (27211389)

4EB04


BAB 5
PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN


PERKEMBANGAN PENGUNGKAPAN
   Standar dan praktik pengungkapan dipenegaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan faktor-faktor lainnya.
   Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan.
Ø  PENGUNGKAPAN SUKARELA
Manajer memiliki informasi yang lebih baik daripada pihak luar mengenai performa perusahaan mereka saat ini dan kedepannya. Beberapa kajian menunjukkan bahwa manajer berinisiatif untuk mengungkapkan informasi seperti itu secara sukarela. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan yang paling terkini menyokong pendangan bahwa perusahaan bias mencapai keuntungan dalam pasar modal dengan mempertinggi pengungkapan mereka secara sukarela. Laporan meliputi tuntunan bagaimana perusahaan bias menggambarkan dan menjelaskann investasi potensial mereka kepada investor.
Ø  KEBUTUHAN PENGATURAN PENGUNGKAPAN
Untuk  melindungi investor, sebagian besar bursa sekuritas (bersama dengan lembaga peraturan professional dan pemerintah seperti halnnya komisi pertukaran dan sekuritas Amerika Serikat dan agen pelayanan keuangan di Jepang) menentukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada perusahaan domestic dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Semua bursa ini ingin memastikan bahwa investor ini ingin memastikan bahwa investor memiliki informasi yang cukup untuk memperbolehkan mereka mengevaluasi kinerja dan prospek perusahaan.
Frast & Lang membahas 2 objek investor berorientasi pasar: perlindungan investor dan kualitas pasar:
1.      Proteksi investor, dijamin dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan peraturan pasar.
2.      Kualitas pasar, pasar adalah adil, tersusun, efisien dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan jahat.
Fast dan Lang juga mengulas 4 (empat) prinsip pada investo yang berorientasi pasar yang harus dijalankan, antara lain:
1.      Keefektifitas biaya. Regulasi biaya pasar sebaiknya dibandingkan dengan keuntungan sekuritas;
2.      Fleksibilitas dan kebebasan pasar. Regulasi tidak seharusnya menghalangi kompetisi dan evolusi ppasar;
3.      Laporan keuangan transparan dan pengungkapan menyeluruh;
4.      Perlakuan setara perusahaan domestic dan asing.

AKUNTANSI INTERNASIONAL : AMERIKA SERIKAT DAN ASIA

Nama :
Wahyu Puji Astuti (27211336)
Widya Marzella (27211389)

4EB04

BAB IV

AKUNTANSI KOMPARATIF : AMERIKA SERIKAT DAN ASIA

Lima Sistem Akuntansi Keuangan Nasional

AMERIKA SERIKAT
MEKSIKO
JEPANG
CHINA
INDIA
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
FASB
AICPA
PCAOB
a.      Council for research and Development of Financial Information Standarts
b.     Mexican Institute Public Accountant
a.     ASBJ
b.    JICPA
c.     Certified Public Accountant and Auditing Oversight Board
a.    The State Council
b.    CASC
c.    CICPA
a.    The Institute of Chartered Accountants of India
b.    Dewan Akuntansi Standar
c.    Dewan Audit & Akuntansi Standar
Standar Akuntansi
a.       GAAP AS
b.      SFASS
c.       Sarbanes - Oxley Act
a.   GAAP mexico
b.  Auditing Standards & procedures Commision
Sistem legal Triangular
a.    FARR
b.    ASBE
a.    Indian Accounting Standards
b.    AAS
Lembaga Bursa Efek
a.  NYSE
b. NASDAQ
Mexician Stock Exchange
Tokyo Stock Exchange
Shanghai Stock Exchange Shenzen
Bombay Stock Exchange
Laporan Keuangan
a.  Laporan Managemen
b. Lapoaran Auditor Independent
c.  Laporan keuangan primer ( lap. Laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
a.   Neraca
b.  Lap. Laba rugi
c.   Lap. Perubahan ekuitas pemegang saham
d.  Lap. Perubahan posisi keuangan
e.   catatan
a.     neraca
b.     lap. Laba rugi
c.     lap. Atas perubahan ekuitas pemegang saham
d.    lap. Bisnis
e.     jadwal terkait
a.    neraca
b.    lap. Laba rugi
c.    lap. Arus kas
d.   lap. Perubahan ekuitas
e.    catatan
a.    neraca dua tahun
b.    lap. Laba rugi
c.    lap arus kas
d.   kebijakan akuntansi
e.    catatan
Perhitungan akuntansi :
a.    Valuasi aset

b.   Beban Depresiasi
c.    Persediaan


Harga perolehan

Berbasis Ekonomi
FIFO, LIFO dan Average


Penyesuaian kisaran harga

Berbasis Ekonomi
FIFO dan Average


Harga perolehan

Berbasis Pajak
FIFO, LIFO dan Average


Harga perolehan

Berbasis Ekonomi
FIFO dan Average


Harga perolehan & harga wajar
Berbasis Ekonomi
FIFO dan Average



Slide Presentasi: Klik Disini

Tuesday, March 31, 2015

AKUNTANSI INTERNASIONAL: AKUNTANSI KOMPARATIF - EROPA

Nama :
Wahyu Puji Astuty (27211336)
Widya Marzella (27211389)

4EB04

BAB 3
Akuntansi Komparatif : Eropa

Inggris, Prancis, Jerman, dan Belanda merupakan anggota asli Masyarkat Ekonomi Eropa (European Economic Community) ketika organisasi tersebut didirikan pada tahun 1957. Inggris bergabung pada tahun 1973. Keempat Negara ini memiliki ekonomi yang berkembang pesat dan merupakan rumah bagi banyak persahaan multinasional terbesar di dunia. Keempat Negara tersebut merupakan beberapa pendiri International Accounting Standards Board (IASB), dan memiliki peranan penting dalam mengatur agendanya, Republik Ceko merupakan sebuah Negara dengan perekonomian berkembang. Pada tahun 1989 saat anggota blok Soviet telah pecah, Negara ini berubah ekonomi terencana menjadi ekonomi pasar. Perkembangan akuntansi di Negara tersebut merupakan gambaran dari Negara-negara lain dalam blok Soviet, Republik Ceko bergabung dalam Uni Eropa dalam tahun 2004.

AKUNTANSI INTERNASIONAL: PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI

Nama :
Wahyu Puji Astuty (27211336)
Widya Marzella (27211389)

4EB04



BAB 2
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI


1. PERKEMBANGAN
 Standar dan praktik akuntansi di setiap Negara merupakan hasil dari interaksi yang kompleks di antara faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya. Dapat diduga akan terjadinya perbedaan antar Negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi juga membantu menjelaskan perbedaan akuntansi antar bangsa. Delapan faktor berikut memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan akuntansi.
1. Sumber pendanaan
Di Negara-negara dengan ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas) dan dirancang untuk membantu investor untuk menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait.
2. Sistem hukum
System hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
3. Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya dalam keperluan pajak.
4. Ikatan politik dan ekonomi
Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan dan kekuatan sejenis.
5. Inflasi
Inflasi mengaburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan terhadap nilai-nilai asset dan beban terkait, sementara di sisi lain melakukan peningkatan berlebihan terhadap pendapatan.
6. Tingkat perkembangan ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan.
8. Budaya
Disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat, berdasarkan hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi.
• Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian;
• Keseragaman versus fleksibilitas;
• Konservatisme versus optimism;
• Kerahasiaan versus transparansi.

AKUNTANSI INTERNASIONAL: PENDAHULUAN

Nama :
Wahyu Puji Astuty (27211336)
Widya Marzella (27211389)

4EB04


BAB 1
PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN
 Akuntansi memainkan peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Sebagai cabang dari ilmu ekonomi, akuntansi menyediakan informasi mengenai perusahaan dan transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya pleh para pengguna informasi tersebut. Jika informasi yang dilaporkan dapat diandalkan dan bermanfaat, sumber daya yang terbatas itu dapat dialokasikan secara optimal, dan sebaliknya alokasi sumber daya menjadi kurang optimal jika informasi kurang andal dan bermanfaat.
 Pemahaman terhadap dimensi internasional dari proses yang mencakup pengukuran, pengungkapan, dan pemeriksaan (auditing) merupakan sesuatu yang penting bagi merekea yang ingin mengelola suatu usaha atau memperoleh atau memasok pembiayaan melintasi batas-batas Negara. Bahkan sebuah perusahaan yang beroperasi semata-mata di dalam batasan-batasan suatu Negara tertentu tidak lagi tersekat dan terpisah dari aspek-aspek akuntansi yang bersifat internasional. Hal ini  karena ketergantungan kepada pemasok internasional yang menuntut untuk menekan biaya produksi dan berupaya untuk selalu kompetitif secara global, semua ini telah menjadi sesuatu yang umum dan wajar dalam bisnis dewasa ini.

Sunday, December 14, 2014

GCG (Good Corporate Governance) dan Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

Dalam setiap perusahaan memiliki keinginan untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan. Tidak cuma jangka pendek¸ bahkan jangka panjang. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, perlu adanya pelaksanaan GCG (Good Corporate Governance) yang dilandasi oleh integritas yang tinggi. Perusahaan merupakan pedoman perilaku yang menjadi acuan bagi organ perusahaan dan semua pegawai dalam menerapkan nilai – nilai perusahaan serta membantu mereka untuk memecahkan dilemma etika yang mereka hadapi dalam melaksanakan kegiatan bisnis.

1.     Pengertian GCG (Good Corporate Governance)
Mencuatnya skandal keuangan yang melibatkan perusahaan besar seperti Enron, WorldCom, Tyco, Global Crossing dan yang terakhir AOL-Warner, menuntut peningkatan kualitas Good Corporate Governance (GCG), Soegiharto (2005:38) dalam Pratolo (2007:7). Istilah GCG secara luas telah dikenal dalam dunia usaha. Berikut ini adalah beberapa pengertian GCG :
Menurut Zaini dalam Tjager (2003:iv) menambahkan bahwa “CG sebagai sebuah governance system diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan investor terhadap korporasi melalui mekanisme control and balance antar berbagai organ dalam korporasi, terutama antara Dewan Komisiaris dan Dewan Direksi”

Kasus Kecurangan Dalam Etika Profesi

1.      Skandal Manipulasi Laporan Keuangan PT. Kimia Farma Tbk.
PT Kimia Farma adalah salah satu produsen obat-obatan milik pemerintah di Indonesia. Pada audit tanggal 31 Desember 2001, manajemen Kimia Farma melaporkan adanya laba bersih sebesar Rp 132 milyar, dan laporan tersebut di audit oleh Hans Tuanakotta & Mustofa (HTM). Akan tetapi, Kementerian BUMN dan Bapepam menilai bahwa laba bersih tersebut terlalu besar dan mengandung unsur rekayasa. Setelah dilakukan audit ulang, pada 3 Oktober 2002 laporan keuangan Kimia Farma 2001 disajikan kembali (restated), karena telah ditemukan kesalahan yang cukup mendasar. Pada laporan keuangan yang baru, keuntungan yang disajikan hanya sebesar Rp 99,56 miliar, atau lebih rendah sebesar Rp 32,6 milyar, atau 24,7% dari laba awal yang dilaporkan. Kesalahan itu timbul pada unit Industri Bahan Baku yaitu kesalahan berupa overstated penjualan sebesar Rp 2,7 miliar, pada unit Logistik Sentral berupa overstated persediaan barang sebesar Rp 23,9 miliar, pada unit Pedagang Besar Farmasi berupa overstatedpersediaan sebesar Rp 8,1 miliar dan overstated penjualan sebesar Rp 10,7 miliar.
 

(c)2009 Infinitely World. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger